Kami 15 bersaudara dan dari yang sulung hingga yang bontot selalu gagal menjadi Lurah di desa kami. Dulu Buyut kami, dari jalur Ibu, menjadi Lurah. Turun-temurun. Kakek kami juga Lurah. Malah berganti ke beberapa adiknya juga menjadi Lurah. Tapi sejak Bapak kami, tak ada lagi Lurah dari keluarga kami sampai hari ini. Bapak kami gagal menjadi Lurah karena pada saat-saat menjelang Kakek akan sèlèh alias lèngsèr, sejumlah keluarga besar dan kuat mulai menunjukkan sikap permusuhan kepada Bapak kami. Tanda-tanda permusuhannya adalah sikap sehari-harinya yang berubah. Menyebarkan rerasanan atau isu ke seantero desa tentang keluarga kami. Sampai tingkat fitnah, karangan dan khayal-khayal yang lucu. Bapak kami cukup cerdas untuk mengerti bahwa publik mulai menghirup atmosfer demokrasi. Kelurahan jangan bersifat monarki, jangan selalu pemimpin desa dari keluarga yang itu-itu saja. Bapak juga cukup peka bahwa sejumlah keluarga memili...
Blog ini Insya Allah dapat digunakan sebagai media untuk gudang dokumentasi Padhang mBulan Net milist (padhang-mbulan@yahoogroups.com) juga newsletter Kenduri Cinta (kenduricinta@yahoogroups.com) Terima kasih utk teman2 PmBNet yg telah selama ini posting utk Padhang mBulan Net, juga media2 online yang telah membantu kami untuk mengkoleksi tulisan2 Cak Nun. Mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua.