Naikilah kendaraan ruhani yang bernama Al-Quran. Engkau tiba di langit pertama dengan mendengarkan orang yang membacanya, secara langsung maupun yang terlantunkan dari rekaman masa silam dalam memorimu. Engkau sampai di langit kedua dengan cara membacanya dengan suaramu atau dalam diammu. Kemudian jika engkau membacanya dengan mulutmu sekaIigus mendengarkannya dengan telingamu, langit ketiga-lah ternpatmu. Juga tatkala engkau membacanya dalam kebisuan dan telingamu mendengarkan suara sunyi dari dalam dirimu sendiri itu. Dan langit keempat? Engkau mungkin mendakinya jika memulai tak sekadar membaca atau mendengarkannya, tapi juga memahaminya, Selapis langit lagi menyongsong langkahmu tatkala engkau menyadari bahwa pemahaman itu bergerak terus-menerus tanpa pernah berhenti. Pemahaman itu bergerak dan senantiasa bekerja, sehingga yang engkau alami kemudian bukan lagi ...
Blog ini Insya Allah dapat digunakan sebagai media untuk gudang dokumentasi Padhang mBulan Net milist (padhang-mbulan@yahoogroups.com) juga newsletter Kenduri Cinta (kenduricinta@yahoogroups.com) Terima kasih utk teman2 PmBNet yg telah selama ini posting utk Padhang mBulan Net, juga media2 online yang telah membantu kami untuk mengkoleksi tulisan2 Cak Nun. Mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua.