Skip to main content

BERSYUKUR DAN TAKUT

Seri PadangBulan (139)

------------------------------------------------------------------------
Kalau pada suatu hari ada beberapa rombongan wakil rakyat di daerah tingkat dua yang khilaf sehingga memutuskan saya menjadi Bupati, kecil kemungkinan bahwa saya akan lantas mengucapkan alhamdulillah. Tentu saja saya bersyukur kepada Allah bahwa saya diberi anugerah berupa kepercayaan orang lain atas daya kepemimpinan saya. Jangankan menjadi Bupati, sedang minum segelas air saja saya merasa syukur bukan main. Tetapi menjadi Bupati itu pada pandangan saya bukan terutama kasus kepercayaan orang lain kepada saya, melainkan lebih merupakan amanat Allah dan masyarakat yang memberani pundak kehidupan saya. Jadi lebih tepat kalau saya ucapkan astaghfirullah. Saya takut dan memohon ampun kepada Allah atas segala kemungkinan kelemahan pribadi saya dalam lingkup amanat itu. Atau saya ucapkan subhanallah, maha suci Allah -- agar saya menyadari potensi ketidaksucian saya, apalagi di depan tugas-tugas yang penuh godaan kekuasaan, uang, kelaliman, lupa diri, dan lain sebagainya.

Comments

Popular posts from this blog

MATI KETAWA CARA REFOTNASI(4)

Seri PadangBulan (87) MATI KETAWA CARA REFOTNASI Bagian 4 ------------------------------------------------------------------------ Jangan Mau Jadi Akar. Kalau Pohon tak Berbuah Blimbing Tidak ada satu forum, jamaah maupun komunitas rakyat yang tidak bertanya dan menggelisahkan soal lahirnya terlalu banyak partai politik dewasa ini. Saya wajib menjawab sebisa-bisanya. "Begini lho, pohon itu kalau tak ada akarnya kan tidak akan tumbuh. Partai yang akar dukungannya dari rakyat tidak mantap, tentu mati sendiri. Kita harus jadi akar pohon yang mana. Lha selama ini Anda-Anda sudah bertemu dengan parpol yang mana?" "Belum ada." "Belum ada parpol yang bertamu ke rumah Anda?" "Belum!!" "Belum ada parpol yang melamar hati rakyat?" "Belum!!" "Belum ada parpol yang melakukan pendidikan politik langsung di kampung Anda ini?" "Belum!!" Selama Orde Baru kebanyakan Anda menjadi akar pohon besar rindang namun tidak ada buah...

MOHON BERSABAR

Seri PadangBulan (98) MOHON BERSABAR ------------------------------------------------------------------------ Markas Hamas, Padangbulan, Kiai Kanjeng, Cak Nun, (tempat program-program "Shalawat, Bernyanyi, Pendidikan Politik, Jamaah Ekonomi, Silaturahmi Kebangsaan danKemanusiaan" digodog) memohon dengan sangat para pengundang di bawah ini (yang terdaftar sampai 10 Nopember 1998) bersabar menunggu giliran jawaban. Undangan acara-acara terpaksa dimohon kearifannya untuk diskedul seirama dengan effisien dan effektifnya route perjalanan acara Cak Nun/Hamas/Kiai Kanjeng. Setiap lingkaran wilayah dirangkaikan menjadi satu putaran, agar mondar-mandirnya Cak Nun/Hamas/Kiai Kanjeng tidak terlalu boros waktu dan tenaga. Sehari maksimal 5 (lima) acara yang diperhitungkan pembagian waktunya di suatu lingkaran wilayah yang bisa dijangkau. Yang manusiawi sepertinya cukup 3 (acara) dalam sehari. Contoh terakhir (10 Nopember 1998), acara Cak Nun/Kiai Kanjeng/Hamas di Undip, kemudian IAIN ...

Suluk Tuhu Linglung (2)

Terlebih yang belum yakin benar ia Terbelenggu hanya oleh tata krama Sembahyang sunnah dan fardhu tak putus-putusnya Agar tertabiri ketidaktahuannya Puasa dan sedekah Juga zakat fitrah-nya Dijadikan berhala yang dipuja-puja Sungguh mereka yang sedemikian terlena Belum seberapa baktinya Pengetahuannya masih biasa-biasa saja.