Skip to main content

Posts

KISAH-KISAH KECIL DARI NEGERI KEHANGATAN [3]

                                Inisiatif Gus Dur dan Karangan Saya                                 Sore-sore esok harinya saya dolan ke rumah Gus                                 Dur. Mengobrol dan sampai pada kelucuan di                                 Masjid Baiturrahim itu. Tanpa saya duga Gus Dur             ...

KISAH-KISAH KECIL DARI NEGERI KEHANGATAN [2]

                                Bangsa saya sangat pendendam, sekaligus sangat                                 pemaaf. Terdapat jenis kejahatan yang khas di                                 kandungan hati bangsa saya, tapi mereka berbudi                                 mulia. Ada semacam keangkuhan yang sangat            ...

KISAH-KISAH KECIL DARI NEGERI KEHANGATAN [1]

                                sebuah catatan kultural tentang politik                                 Indonesia                                 Saya berasal dari sebuah negeri yang penuh                                 kehangatan hidup. Bakat utama bangsa saya adalah                  ...

Emha Ainun Nadjib untuk Apel Siaga Ummat Islam se-Jabotabek Masjid Istiqlal Sabtu 3 April 1999

Emha Ainun Nadjib untuk Apel Siaga Ummat Islam se-Jabotabek Masjid Istiqlal Sabtu 3 April 1999 _____ Di Ambang Perang Saudara : Menghindari atau Menyiapkan Diri 1. Memasuki bulan April 1999, ini potensi konflik nasional bangsa Indonesia semakin meninggi, dan secara teoritis ia akan memuncak pada pertengahan Mei 1999. Potensi konflik tertinggi adalah pada situasi politik nasional di mana setiap kelompok semakin tidak rela, tidak ridho', semakin tidak bisa menerima kelompok lain. Kelompok-kelompok yang saling tidak merelakan eksistensi lawan masing-masing itu tidak hanya antar agama, antar etnik, atau antar 'cap' reformis dengan cap 'status quo' - tetapi juga terutama ketidakrihoan antar eksistensi parpol, dengan peta pertengkaran yang semakin ragam, tajam, dan mendalam. 2. Sebagai rakyat kecil sejak lama saya turut menganjurkan kepada bangsa Indonesia agar mawas diri, al. melalui : "Ilir-ilir : Meyorong Rembulan", kemudian juga tawaran happy end untuk sa...

Bukan Kudeta Benar Menusuk Kalbu...

Bukan Kudeta Benar Menusuk Kalbu... Oleh Emha Ainun Nadjib Mungkin saya sedang berlatih agar menjadi seperti Batara Guru, tapi hasilnya -- kalau beruntung paling jauh menjadi kayak Semar. Dan kemungkinan terdekatnya justru puncak prestasi batin dan mental saya hanyalah menjadi seperti Togog. Tentu saja mereka bertiga ini tak pernah ada dalam sejarah nyata, kecuali sebagai alat bercermin bagi manusia, ya kita kita smua ini, di zaman apapun. Tiga bersaudara ini hidup dalam peta mitologi, dan tradisi mitos itu bukan barang kuno, bukan milik nenek moyang saja, melainkan milik dan kesayangan sehari-hari kita sampai sekarang. Misalnya, mobil yang segala sesuatunya dibikin di Korea, kita mitoskan sebagai mobil produksi nasional. Mitos ultra modern yang kita hidupkan dan kita hidupi di dalam diri kita dengan penuh ketenteraman, tanpa konflik logika, tanpa rasa malu mental dan tanpa kegelisahan batin. Yang namanya mitos juga tidak selalu 'haram'. Istri A...

INNA LILLAHI

Seri PadangBulan (140) ------------------------------------------------------------------------ Kalau Tuhan menganugerahi saya rejeki, tentu saja biasanya saya ucapkan alhamdulillah. Tapi sering juga saya ucapkan inna lillahi wa inna ilaihi roji'un. Artinya, segala sesuatu, termasuk rejeki yang saya terima serta diri saya sendiri ini, adalah milik Allah, berasal dari Allah dan kembali juga kepada Allah. Persoalan saya hanyalah bagaimana menentukan cara agar rejeki di tangan saya ini bisa kembali kepadanya melalui proses yang baik serta memproduk kemuliaan nilai hidup. Jadi saya harus memilih dengan seksama apakah rejeki ini saya pakai untuk membiayai keburukan, kejahatan, kemaksiatan atau perusakan sosial. Ataukah saya gunakan untuk memproduksi pertolongan bagi sesama, untuk menciptakan perimbangan ekonomi dengan tetangga, menyumbang keadilan sosial, atau produk-produk lain yang disukai oleh Allah dan para malaikatNya.

BERSYUKUR DAN TAKUT

Seri PadangBulan (139) ------------------------------------------------------------------------ Kalau pada suatu hari ada beberapa rombongan wakil rakyat di daerah tingkat dua yang khilaf sehingga memutuskan saya menjadi Bupati, kecil kemungkinan bahwa saya akan lantas mengucapkan alhamdulillah. Tentu saja saya bersyukur kepada Allah bahwa saya diberi anugerah berupa kepercayaan orang lain atas daya kepemimpinan saya. Jangankan menjadi Bupati, sedang minum segelas air saja saya merasa syukur bukan main. Tetapi menjadi Bupati itu pada pandangan saya bukan terutama kasus kepercayaan orang lain kepada saya, melainkan lebih merupakan amanat Allah dan masyarakat yang memberani pundak kehidupan saya. Jadi lebih tepat kalau saya ucapkan astaghfirullah. Saya takut dan memohon ampun kepada Allah atas segala kemungkinan kelemahan pribadi saya dalam lingkup amanat itu. Atau saya ucapkan subhanallah, maha suci Allah -- agar saya menyadari potensi ketidaksucian saya, apalagi di depan tugas-tugas ya...

SURAT KEPADA MAJELIS ULAMA INDONESIA

Seri PadangBulan (138) Perihal : Jihad Fisabilillah ----------------------------------------------------------------------- Assalaamu'alaikum wr.wb. 1. Peristiwa "Ketapang" hari minggu tanggal 22 November 1998, yang diiringi dengan kebrutalan massa, yang tentunya sebagian besar adalah umat Islam, dengan pembakaran /pengrusakan bangunan-bangunan rumah ibadah ("Gereja") merupakan kejadian yang menunjukkan kurang pekanya umat Islam menghadapi provokasi adu domba yang tidak menghendaki keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia. Dalam setiap pesannya kepada pasukan -pasukan Islam yang berangkat ke medan perang Rasulullah SAW selalu dengan tegas berpesan yang melarang pasukannya melakukan pengrusakan rumah-rumah Ibadah, tanaman/tumbuh-tumbuhan dan sebagainya, Apabila dalam keadaan perang saja Rasulullah SAW memerintahkan perlindungan atas bangunan rumah-rumah Ibadah, tentulah lebih ditekankan lagi pelaksanaannya dalam keadaan damai. Mengingat hal tersebut kami mengusulk...

DARI JENDERAL HINGGA NELAYAN NIKMAT BERSHALAWAT

Seri PadangBulan (137) ------------------------------------------------------------------------ Di saat Jakarta rusuh, 6 orang tewas, puluhan mobil dan 6 gereja dibakar, dalam bentrok di Ketapang, Jakarta Pusat, ribuan masyarakat lainnya di Cilincing, Jakarta Utara, bersama Cak Nun dan tim Hamas --dalam waktu bersamaan, 22 Nov lalu-- bershalawat dan berdialog mencari ketentraman hati. "Hari ini terjadi lagi kerusuhan, dan tidak ada yang sanggup menjamin bahwa kejadian seperti ini akan tidak terjadi lagi sewaktu-waktu", kata Cak Nun memulai dialog, "Setelah kerusuhan ini para pemimpin berkata hendaknya kita mulai membuat acara-acara yang menenteramkan dan menyejukkan. Sejak pertengah Mei 1998 kami berkeliling ke berbagai daerah, kota, desa, pulau-pulau untuk menenteramkan masyarakat. Kita berkumpul terkadang dengan 300an orang, terkadang 1000an orang, terkadang 5000an orang, terkadang 30.000an orang, bahkan pernah sampai 60.000an orang. Kita berkumpul bersama masyarakat, ...

JAWABAN WAWANCARA HARIAN "TERBIT" TENTANG BANYUWANGI

Seri PadangBulan (136) ------------------------------------------------------------------------ Saya tidak punya otoritas dan tidak punya kapasitas untuk mengatakan apapun tentang siapa yang bersalah dalam kasus Banyuwangi. Yang saya kemukakan adalah sumbangan pemikiran sebagai rakyat biasa menuju proses dan solusi yang semoga bisa mengerem kemudlaratan lebih lanjut. ABRI sebaiknya secepat mungkin menjelaskan kepada masyarakat bahwa ia tidak bersalah dalam kasus pembunuhan massal di Banyuwangi dan daerah-daerah lain. Sebab ABRI merupakan satu-satunya kekuatan yang paling rentan untuk diassosiasikan sebagai pihak yang terlibat. Sangat logis kalau masyarakat umum atau sebagian masyarakat beranggapan bahwa ABRI ada di belakang pembunuhan sangat kejam itu. Bisa ABRI resmi, bisa ABRI setengah resmi, bisa link tertentu dalam tubuh ABRI. Jika ABRI memang tidak bersalah dan tidak bersegera melakukan sesuatu yang membuat masyarakat percaya bahwa ia tidak bersalah, maka logis kalau muncul pemiki...

KESUCIAN DAN PROPORSI

Seri PadangBulan (135) ------------------------------------------------------------------------ Bangunan suatu keadaan suci, didirikan antara lain dengan suku cadang empan papan atau proporsi. Yakni adanya suatu tatanan, kelayakan atau etika mengenai penempatan. Kalau misalnya ada tinja nempel di sarung shalat kita, itu ketidaksucian dalam konteks ibadah. Tapi tinja adalah rahmat Allah untuk merabuki pakaian. Dan jangan lupa pekerjaan buang air besar adalah anugerah kesehatan. Pisau ini suci. Ia mubadzir kalau saya diamkan atau sekedar saya pakai untuk hiasan. Tapi ia bermanfaat kalau saya pakai untuk menguliti mangga untuk saya suguhkan kepada Anda. Tapi kalau pisau ini saya pakai untuk menikam perut Anda, maka saya mengotori hakekat sucinya kasih sayang. Kalau ternyata mangga yang saya kuliti dengan pisau ini adalah mangga curian, maka letak ketidaksuciannya tidak pada mangga atau pisaunya, melainkan pada tindakan pencurian yang saya lakukan.

TINGKAT - TINGKAT KESUCIAN

Seri PadangBulan (134) ------------------------------------------------------------------------ Anda mandi sampai bersih dan berwudlu hingga mencapai keadaan suci, akan tapi kalau lantas Anda bersembahyang tanpa pakaian -- maka kondisi telanjang Anda itu mengotori kecucian shalat, merusak ibadah, menghina Allah, melanggar etika budaya dan mempermalukan diri Anda sendiri. Padahal materi tubuh Anda seratus persen suci. Tapi itu sekedar kesucian biologis. Dalam pergaulan sehari-hari Anda perlu memakai minimal celana pendek dan kaos, agar suci secara budaya. Ketika shalat kita diharuskan berpakaian menutupi aurat : dan bukan karena aurat kita tidak suci. Tapi karena kita dididik oleh Allah untuk menggapai kesucian religius. Dan untuk itu diperkenalkan kepada kita konsep najis dalam konteks ibadah.

KEBAIKAN DALAM RANGKA

Seri PadangBulan (133) ------------------------------------------------------------------------ Sahabat saya yang berhati emas pada suatu larut malam di Malioboro Yogya menjumpai seorang penjual gudeg yang tampak agak menggigil karena kedinginan. Sahabat saya tahu orang ini berjualan gudeg setiap malam sampai dinihari. Ia membayangkan dalam beberapa tahun paru-parunya akan basah, keseluruhan badannya akan sakit-sakitan, dan akan cepat berangkat tua. Maka jaket yang ia pakai, langsung ia berikan kepada si penjual gudeg. Yang sahabat saya tak sadari adalah bahwa penjual gudeg ini seorang gadis, perawan, yang wajahnya cukup manis. Maka esoknya tersebar berita dalam komunitas gudeg Yogya bahwa sahabat saya itu naksir si penjual gudeg, sehingga memberinya jaket dalam rangka melakukan pendekatan. Si perawan ini sendiri beranggapan demikian sehingga ia merasa sahabat saya ini sedang menjanjikan sesuatu yang akan dikembangkannya lebih lanjut. Maka ketika kemudian sahabat saya tidak melakukan a...